Bulu Si Meong Sering Rontok? Yuk Intip Penyebab Bulu Kucing Rontok Di Sini

Kucing menjadi hewan yang paling favorit untuk dijadikan sebagai peliharaan. Banyak juga manfaat baik yang didapatkan dengan memelihara kucing. Namun memelihara kucing harus siap dengan segala konsekuensi serta bertanggung jawab. Salah satunya adalah bulu kucing yang memenuhi segala furnitur hingga segala rumah kamu. Bulu kucing rontok memang merupakan hal wajar, namun kamu juga harus tahu penyebab seperti dalam hewanesia. Simak ulasannya.

Table of Contents

Mengulik Penyebab Kerontokan Pada Bulu Kucing Yang Kamu Wajib Tahu

  1. Tidak Cocok Dengan Sampo

Produk yang digunakan untuk membersihkan bulu kucing biasanya disendirikan. Dan sebaiknya kamu menghindari untuk menggunakan produk rambut manusia untuk hewan. Hal ini disebabkan ketahanan kulit manusia dan juga kucing berbeda. Sebaiknya kamu menggunakan sampo yang memang dikhususkan untuk kucing. Sehingga mencegah adanya iritasi kulit serta kerontokan bulu yang bisa terjadi pada kucing peliharaan kamu.

Untuk menentukan produk sampo yang tepat kamu bisa menggunakan bantuan internet. Ada beragam produk sampo khusus untuk kucing yang nantinya bisa kamu gunakan. Mencari review produk yang terbaik, baik dari kandungannya bisa menjadi alternatif. Dengan begitu tidak hanya bisa mengatasi kerontokan bulu pada kucing namun juga bisa mencegah agar bulu kucing rontok tidak terjadi. Karena hal ini akan sangat merepotkan jika bulu menempel di mana mana.

  1. Alergi Kutu dan Tungau

Kutu maupun tungau menjadi salah satu musuh paling utama bagi hewan yang berbulu. Kedua parasit ini tidak hanya bisa membuatnya gatal, namun juga bisa menyebabkan kerontokan pada kucing. Apalagi kutu dan tungau bisa hidup di permukaan kulit maupun di bawah permukaan kulit. Karena rasa gatal yang tidak tertahankan, kucing akan terus menggaruk bagian yang gatal sehingga bisa menyebabkan kerontokan pada bulunya.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan ketika kucing kamu memiliki kutu atau tunggau. Salah satunya dengan menggunakan sampo khusus kucing dan juga menggunakan obat kutu. Kamu bisa memberikan perawatan pada kucing kesayangan ini di rumah. Sehingga tidak perlu mendatangi dokter hewan. Jika kamu ingin kucing bebas dari kutu lebih tahan lama, maka sebaiknya kamu pergi ke dokter untuk memberikan vaksin pada kucing.

  1. Infeksi Jamur

Bulu kucing yang lebat memang menjadi tempat yang paling mendukung untuk tempat berbagai parasit salah satunya jamur. Jamur memang sangat menyukai tempat lembab untuk membuatnya berkembang biak. Jamur yang tumbuh pada kucing ini mungkin tidak terlihat. Namun bisa ditandai dengan bulu kucing rontok denagn bervak bulat pada kulitnya. Kerontokan biasanya juga terjadi pada bagian yang memiliki bercak merah tersebut.

Dan adanya bercak pada tubuh ini bisa terus meluas jika kamu tidak segera menangganinya. Agar jamur tidak tumbuh pada kucing kamu, maka kamu sebaiknya menjaga tubuh kucing agar tetap kering dan tidak lembab. Terutama ketika kucing selesai dimandikan, tubuh kucing harus benar benar kering. Jangan biarkan tubuh kucing setengah kering, terutama jika sering bermain di luar ruangan. Kuman juga bisa menjadi faktor pendukung terbentuknya jamur.

  1. Kucing Mengalami Stres

Sres juga bisa dialami oleh kucing tidak hanya pada manusia saja. Stres yang terjadi pada kucing bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Mulai dari lingkungan yang terasa asing untuknya, rasa takut hingga tidak dekatnya dengan pemilik. Hal hal ini bisa memicu stres pada kucing. Dari stres ini mereka akan lebih sering untuk menjilati tubuhnya. Dan menjilat tubuhnya dengan berlebihan menjadi pemicu terjadinya kerontokan bulu pada kucing.

Maka dari itu menjaga agar kucing tetap dalam kondisi yang nyaman sangat penting untuk dilakukan. Kamu bisa mengajaknya berinteraksi sehingga kucing bisa bermain dan tak lagi merasa stres. Apabila bulu kucing rontok terus terjadi maka kamu bisa mengkonsultasikannya pada dokter. Mungkin bisa saja penyebab adanya kerontokkan bukan hanya stres. Namun ada hal hal lain yang menyertainya, tetapi membuatnya tetap senang sangat penting.

  1. Kekurangan Gizi

Adanya kerontokkan bulu pada kucing juga bisa disebabkan oleh Kekurangan gizi pada kucing Kesibukkan pada pemilik kadang kali berimbas pada asupan gizi dari peliharaannya. Dan memberi makannya hanya asal asalan saja, yang mana jika kebiasaan ini diteruskan akan membuat kandungan gizi pada si meong tidak terpenuhi. Dan salah satu imbas kekurangan gizi adalah terjadi kerontokan pada bulu kucing kamu.

Selain itu juga bisa disertai dengan tubuhnya yang lebih kurus dari sebelumnya. Untuk mengembalikan gizinya, kamu bisa berkonsultasi dengan ahlinya yakni dokter hewan. Dokter akan menyarankan asupan vitamin yang bisa mendukung asupan gizi dari kucing. Dan tentunya bulu kucing rontok bisa diatasi jika kebutuhan akan gizinya telah terpenuhi. Setelah itu sebaiknya tetap menjaga gizinya agar tidak kembali kekurangan gizi.

  1. Kelainan Hormon serta Konsumsi Obat Tertentu

Hormon pada kucing juga bisa berubah seperti pada manusia. Ketika kucing mengidap kelainan pada hormonnya maka bisa ditandai dengan bulu yang rontok. Tidak hanya karena pengaruh hormon, konsumsi obat obatan juga memiliki efek samping kerontokkan pada bulu. Hanya saja jika disebabkan oleh obat obatan, ketika obat dihentikan maka bulu akan tumbuh dengan normal dan tidak mengalami kerontokkan lagi.

  1. Sudah Waktunya Rontok

Bulu kucing sebenarnya akan rontok saat 6 bulan sekali, dan kamu tidak perlu khawatir dengan hal tersebut. Karena kerontokan ini menjadi hal yang wajar dan memang biasanya akan terjadi 1 tahun sekali. Bulu yang rontok akan tergantikan dengan bulu yang lebih halus dan juga lembut. Yang bisa kamu lakukan kamu hanya perlu bersabar. Mengingat bulu kucing rontok ini tidak akan sedikit dan bisa mengotori kursi bahkan tempat di rumah.

Masalah kerontokan bulu pada kucing tentunya memiliki penyebab yang beragam begitu juga dengan mengatasinya. Jika kucing mengalami kerontokan akibat waktunya, Untuk mengatasi hal ini kamu bisa memisahkan kandangnya terlebih dahulu. Sehingga bulunya nanti tidak akan masuk dan menyebar ke dalam rumah. Namun jika untuk penyebab lainnya kamu bisa berkonsultasi dengan ahlinya. Nanti dokter akan memberikan saran baik dari asupan gizi hingga perawatan yang cocok.

 

 

 

 

Scroll to top