Tari Reog Berasal dari

Di antara tarian tradisional yang dikenal hingga ke mancanegara, reog adalah salah satunya. Tari reog berasal dari daerah Ponorogo di Jawa Timur. Hingga saat ini, kesenian ini masih dilestarikan oleh masyarakat setempat dan seni pertunjukkannya digunakan untuk mempererat tali silaturahmi.

Tari reog ponorogo ini dibawa oleh Ki Ageng Suryongalam yang berasal dari Bali. Hal ini menjelaskan kemiripan Reog Ponorogo dengan kesenian Barong dariBali. Reog yang awalnya bernama “barongan” ini muncul di Ponorogo sejak tahun 1920.

Namun, kesenian ini dianggap dapat memobilisasi massa sehingga sempat dilarang pementasannya pada zaman kolonial Belanda dan Jepang.

Dalam tari reog, terdapat lima penari utama dengan peran yang berbeda-beda, yaitu Barongan, Jathil, Warok, Bujang Ganong, dan Klono Sewandono. Kelima penari tersebut menampilkan tarian yang menceritakan tentang perang antara Kerajaan Ponorogo dan Kerajaan Kediri.

Penyebab terjadinya perang tersebut adalah Raja Kediri, yaitu Singabarong yang tidak merestui putrinya, yaitu Dewi Ragil Kuning untuk dilamar oleh Raja Ponorogo (Klono Sewandono).

Ciri khas tari reog berasal dari Jawa Timur ini adalah adanya karakter Barongan yang muncul sebagai sajian penutup tarian. Penari yang memerankan barongan menggunakan giginya untuk membawa topeng khusus, yaitu caplokan atau kepala singa yang dihiasi dadak merak. Topeng ini sangat besar dengan berat sekitar 50 – 60 kilogram.

 

Scroll to top