Cara Mengajari Anak-anak Membaca Alquran

Cara Mengajari Anak-anak Membaca Alquran

 

Selain merawat dan memberikan asupan makanan untuk pertumbuhan fisik anak, orangtua juga memiliki kewajiban lain yaitu mendidik anak dengan ajaran yang baik sehingga mental anak pun dapat tumbuh seimbang dengan fisiknya. Dengan menjaga kesehatannya, maka anak akan lebih mudah untuk diberi pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Mendidik anak dan mengenalkannya dengan agama sejak kecil adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh orangtua. Mengenalkan agama kepada anak dapat dilakukan melalui lembaga informal maupun formal. Selain itu, orangtua juga perlu membimbing agar anak mengerti dan memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Usia anak-anak adalah waktu yang tepat untuk mengajarkan hal-hal baik karena pikiran anak-anak yang masih murni dan polos akan dapat menerima apa yang diajarkan dengan baik. Sebaliknya, di usia yang begitu muda anak-anak juga tidak dapat memfilter atau menyaring informasi yang didapatkan. Karena itulah orangtua memiliki kewajiban untuk selalu mendampingi dan berperan sebagai filter.

Tips Mengajar Membaca Al-Qur’an

Salah satu hal yang dapat diajarkan kepada anak-anak adalah cara membaca A-Qur’an. Mengajari agar anak dapat membaca membaca Al-Qur’an memang tidak mudah. Berikut ini beberapa tips yang dapat dijadikan panduan bagi orangtua dalam mengajarkan anak-anak cara membaca Al-Qur’an.

  1. Kenalkan anak dengan Al-Qur’an sejak dalam kandungan

Janin atau jabang bayi yang masih ada di dalam kandungan memiliki kemampuan untuk mendengar apa yang ada di luar. Karena itulah orangtua dapat memperkenalkan Al-Qur’an kepada anak sejak usia yang sangat-amat dini.

Dengan memperdengarkan Al-Qur’an kepada bayi yang masih di dalam kandungan secara rutin atau bahkan setiap hari, anak akan lebih mudah untuk mencintai Al-Qur’an setelah dilahirkan. Saat kecintaan telah tumbuh, anak akan memiliki keinginan untuk mempelajari Al-Qur’an walaupun orangtuanya belum meminta si anak untuk belajar Al-Qur’an.

  1. Ajarkan secara rutin

Salah satu cara mengajari anak-anak membaca Alquran adalah dengan mengajarkannya secara rutin. Agar anak dapat membaca Al-Qur’an dengan baik, orangtua harus mengajarkannya secara rutin dan berulang-ulang.

Anak-anak harus diajari dan dilatih terus menerus agar semakin fasih dan menguasai teknik-teknik dalam membaca Al-Qur’an. Dengan mengajarkan secara rutin, anak akan dapat menguasai cara membaca Al-Qur’an dalam waktu yang singkat.

  1. Metode yang menyenangkan

Masa kanak-kanak terutama balita adalah masa-masa anak dalam periode hiperaktif dan ingin selalul bermain. Karena itulah apabila orangtua mengajarkan anak cara membaca A-Qur’an dengan metode yang sama yang diberikan kepada anak-anak yang usianya lima tahun ke atas tentunya anak akan cepat merasa bosan.

Sebaliknya, apabila orangtua dapat mengemas cara pembelajaran membaca A-Qur’an menjadi lebih menyenangkan, anak-anak tidak akan mudah bosan sehingga mereka akan bersedia untuk belajar.

  1. Ceritakan kisah di dalamnya

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang di dalamnya berisi banyak pembelajaran termasuk kisah-kisah teladan di masa lalu yang baik dan dapat diambil hikmahnya oleh pembaca Al-Qur’an. Kisah-kisah di dalam Al-Qur’an sangat banyak mulai dari kisah Nabi dan Rasul, kisah tentang peringatan dan hukuman, dan masih banyak lagi.

Kisah-kisah yang ada di dalam A-Qur’an tersebut apabila diceritakan akan membuat anak merasa tertarik karena umumnya anak senang mendengarkan dongeng dan kisah-kisah. Karena itulah orangtua harus kreatif memikirkan berbagai cara yang sekiranya dapat dilakukan untuk menjaga motivasi serta keinginan anak dalam belajar membaca Al-Qur’an.

  1. Sabar

Satu lagi hal yang tidak kalah penting dalam cara mengajari anak-anakmembaca Alquran, yaitu sabar. Orangtua harus sabar dalam mengajari dan membimbing anak membaca Al-Qur’an.

Jangan mudah tersulut emosi hanya karena anak tak juga mampu menangkap maksud yang ingin diajarkan walaupun telah diajari secara rutin dalam waktu lama. Jangan pula lekas memarahi anak dan membandingkannya dengan anak-anak lain yang sudah mampu membaca Al-Qur’an.

Mungkin saja anak lambat dalam mengerti dan memahami apa yang diajarkan. Hal ini bisa saja terjadi karena pada dasarnya kemampuan serta kecepatan seorang anak dalam mempelajari dan memahami sesuatu berbeda-beda. Selain itu, kemungkinan hasil yang didapat pun bisa berbeda antara anak yang satu dengan anak yang lain.

Karena itulah sebagai orangtua sebaiknya Anda berkaca dan coba melihat dari kacamata si anak. Dengan cara itu anak akan menjadi terbuka kepada Anda tentang hal-hal yang belum ia pahami. Dengan begitu, orangtua dapat memberikan dukungan serta motivasi kepada anak sehingga anak pun akan belajar dengan sungguh-sungguh.

Selain mengajari anak-anak membaca Al-Qur’an secara langsung, Anda juga dapat memanfaatkan media digital sebagai langkah tambahan agar anak semakin mencintai Al-Qur’an misalnya dengan download murottal anak. Setelah download murottal anak, Anda dapat memainkannya agar didengar anak.

Dengan melakukan ini, secara tidak langsung anak akan merasa semakin akrab dengan Al-qur’an melalui murrotal dan anak juga dapat belajar dari rekaman suara tersebut.

Hilda

Related Posts

Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara pada Masa Kemerdekaan

Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara pada Masa Kemerdekaan